text

hello there:) welcome and enjoy reading♥

Minggu, 11 November 2012

Waiting for Forever




Mungkin bukan film yang paling perfect, tapi pas saya nonton malem ini saya ngerasa film ini bener-bener perfect.

Waiting For Forever.

Sedih banget lah yaa judulnya. Siapa coba yang mau nunggu selamanya? Seumur hidup galau banget pasti(╯_╰)"
Oke oke, saya mungkin telat banget karena film ini uda muncul di tahun 2010.
Thanks to my friend Rahma, karena dia yang udah ngerekomendasiin film ini sampe berapi-api gitu ke saya. I love it ma, I do really(◕‿◕)

It’s about love (of course) tapi bukan cinta yang biasa. Tapi lagi walaupun cintanya bukan cinta biasa film ini bisa dibilang hmm cukup simple. Ceritanya tentang seorang cowok bernama Will yang jatuh cinta sama temen masa kecilnya and her name is Emma. Dan cintanya tu ga main-main, dia selalu ada di tempat cewek itu berada. Yah, kasarnya sih kaya super stalker gitu. Tapi nih ya agak gejenya hahaha ga ding, agak mirisnya Will ga pernah bener-bener berani nyamperin atau ngajak ngobrol Emma. Dia cuma jadi semacem secret admirer gitu. Diam-diam jatuh cinta, diam-diam mengawasi dari kejauhan duuh miris lah pokoknya. Well, sampai suatu hari Emma harus pulang ke kampung halamannya dia yang notabene adalah juga tempat dia menghabiskan masa kecilnya sama Will karena ayahnya sakit keras. Nah Will yang tau kalo si Emma mau pulang, yah ikut pulang jugalah dia. And that’s how the story begin...

This is Will (our pajamas boy)













And 'his' Emma...













Ohya lupa, sebenernya ga cuma cerita tentang dua pemeran utamanya aja yang bagus tapi cerita tentang mereka dan orang-orang terdekat mereka juga bagus kok. Misalnya aja yang Will sama Jim—kakaknya. Sama tentang orang tuanya Emma juga.

Adegan favorit? Hmm adegan terakhir pastinyaaaa ()
Pokoknya nanti di adegan yang akhir-akhir Emma bakal dapet surat dari Will dan suratnya itu looh yang bikin melting. Ga cuma hati yang melting, tapi air mata juga bakal ikut melting. Percaya deh kata-kata di suratnya itu bikin kalian(kalo kalian cewek) langsung jadi mupeng: SUMPAAAH GUEEE MAOO JUGAA DIBIKININ SURAT KAYA GETOOOH!!!
Ahaha gak juga sih, itu mungkin saya doang -___- hehehe

Yang penting bukanlah kebenaran, tapi yang penting adalah apa yang kamu yakini.
Well, untuk beberapa kasus kata-katanya Will itu bener. Kadang-kadang untuk ga jatuh begitu dalam di situasi yang buruk, kita butuh mengabaikan sejenak apa yang sebenarnya terjadi dan yah mempercayai hal lain—apapun itu—untuk bangkit lagi. Ga menyerah loh ya, tapi berhenti sejenak. Yaah kalo ibaratnya dalam sebuah perjalanan, makan dulu di setopan, baru lanjutin perjalanan lagi.
Hah, udah lah. Saya jadi makin ga nyambung.
Untuk keadaan hidup yang tiba-tiba jadi sulit rempong bin njelimet, setiap orang pasti udah punya jurus atau caranya masing-masing untuk bertahan. Dan untuk Will, cara untuk bertahan itu dia dapetin dari Emma. Di satu titik jatuh (jatuh yang sejatuh jatuhnya) dalam hidupnya, Emma yang datang—Emma yang bener-bener bisa membuat Will akhirnya 'bertahan'. 

Film ini simple dan terbuka bagi penyuka genre apapun. Karena film ini ga cuma berpotensi memikat pencinta film romantis, tapi semuanya—siapapun.
It’s light and sweet. Mirip arumanis hehe.

Yah pokoknya—intinya, nonton aja buat yang belum nonton. Oke? Hehehehe...

Happy weekend semuanya`)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar